DPD PARTAI GOLKAR KABUPATEN PEMALANG

Menaruh Harapan di Atas Tanah Batang: Mengawal KITB Agar Tak Asing di Rumah Sendiri


Batang,- Berdiri di atas lahan yang luas, Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) kini menjelma menjadi simbol modernisasi ekonomi di Jawa Tengah. Namun di balik deretan pabrik-pabrik megah yang mulai beroperasi, ada satu pertanyaan mendasar yang harus dijawab: sejauh mana proyek triliunan rupiah ini mampu menghidupi dapur warga di sekitarnya?

Kegelisahan ini yang dibawa oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, saat menginjakkan kaki di kawasan tersebut pada Kamis (21/5/2026). Baginya, KITB bukan sekadar angka-angka pertumbuhan ekonomi di atas kertas, melainkan tumpuan hidup warga lokal.

"Saya minta kawasan industri ini memprioritaskan tenaga kerja, khususnya warga Batang asli," ucap legislator dari Dapil Jateng X tersebut.

Doni memandang, keberpihakan industri pada masyarakat adalah harga mati. Sektor-sektor pekerjaan yang tidak menuntut keahlian tinggi (unskilled) harus menjadi karpet merah bagi warga Batang untuk masuk ke dalam ekosistem industri. Target pengelola untuk menyerap hingga 280.000 pekerja dinilai menjadi oase di tengah persoalan pengangguran daerah. Angka tersebut bahkan setara dengan sepertiga dari total populasi Batang.

Harapan Doni tak berhenti di batas administratif Batang. Ia juga mengetuk pintu kepedulian Direktur KITB agar wilayah penyangga di sekitarnya, seperti Pekalongan dan Pemalang, ikut merasakan efek domino ekonomi ini.

Kendati demikian, Doni tetap berpikir realistis menghadapi kebutuhan industri modern yang memerlukan keahlian khusus (skilled). Alih-alih menyerah pada keadaan, ia menawarkan jalan keluar yang visioner: mendesak adanya sinergi erat antara pengelola kawasan dengan institusi pendidikan.

Melalui program pelatihan terpadu, kesenjangan keterampilan (skill gap) warga lokal perlahan bisa dikikis. Melalui langkah ini, warga Batang tidak hanya menjadi penonton di tanah kelahiran mereka, melainkan menjadi penggerak utama di dalamnya.

Share:

Akses Watukumpul–Randudongkal Terputus, Partai Golkar Pemalang Gerak Cepat Bantu Warga

Pemalang – Amblasnya Jembatan Sungai Mendelem yang memutus akses utama jalur Watukumpul–Randudongkal menjadi duka sekaligus tantangan bagi masyarakat dan pemerintah. Kerusakan jembatan ini terjadi akibat bencana tanah longsor yang melanda Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang.

Peristiwa tersebut berdampak bes terhadap mobilitas warga, distribusi logistik, serta aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah selatan Pemalang. Sejumlah warga terpaksa memutar jalur dengan jarak lebih jauh untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar daerah pemilihan Jawa Tengah X, Doni Akbar, bersama jajaran DPD Partai Golkar Kabupaten Pemalang turun langsung meninjau lokasi bencana pada Selasa, 17 Februari 2026. Dalam kunjungannya, Doni Akbar melihat kondisi jembatan yang amblas serta berdialog dengan masyarakat mengenai dampak yang dirasakan.

“Kehadiran kami di sini bukan sekadar kewajiban, tetapi bentuk tanggung jawab dan pengabdian kepada masyarakat. Kami ingin memastikan penanganan berjalan cepat, termasuk percepatan pembangunan jembatan darurat agar akses warga segera kembali normal,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah dan pihak terkait untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk koordinasi lintas instansi agar pembangunan jembatan darurat dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Menurutnya, akses transportasi sangat vital bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah Watukumpul dan sekitarnya.

                                            

Sementara itu, warga berharap adanya perhatian serius dan percepatan penanganan, mengingat jalur tersebut merupakan penghubung utama menuju Randudongkal serta wilayah lain di Kabupaten Pemalang.

Bencana ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi semua pihak dalam menghadapi risiko bencana alam. Masyarakat berharap upaya yang dilakukan dapat menjadi penguat di tengah kesulitan, hingga akses kembali pulih dan kehidupan warga dapat berjalan normal kembali.

Share:

Langkah Nyata Wakil Rakyat, Doni Akbar Datangi Lokasi Pascabencana di Jembatan Mendelem dan Desa Wisnu

 

Pemalang, – Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Doni Akbar, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak bencana di Jembatan Mendelem dan Desa Wisnu Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, pada Minggu (15/02/2026) sore.

Kunjungan yang berlangsung antara pukul 17.00 hingga 18.00 WIB tersebut disambut antusias sekaligus haru oleh warga setempat. Kehadiran wakil rakyat di tengah kondisi pascabencana dinilai sebagai bentuk perhatian nyata dari pemerintah pusat terhadap masyarakat terdampak.

Dalam peninjauan tersebut, Doni Akbar melihat langsung kondisi infrastruktur yang rusak, termasuk akses Jembatan Mendelem yang menjadi jalur vital aktivitas warga.

Ia juga berdialog dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta mendengar kebutuhan mendesak yang diperlukan dalam proses pemulihan.

Doni menyampaikan komitmennya untuk mendorong percepatan penanganan dan perbaikan infrastruktur melalui koordinasi dengan pihak terkait. Ia menegaskan bahwa keselamatan dan pemulihan kehidupan warga harus menjadi prioritas utama pascabencana.

Warga berharap kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi juga diikuti dengan langkah konkret dalam bentuk bantuan dan realisasi perbaikan fasilitas umum yang terdampak.

Sementara itu, sejumlah warga mengaku terkejut atas kedatangan legislator dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia tersebut.

Tris, salah seorang warga Watukumpul, mengungkapkan rasa herannya sekaligus apresiasi atas kehadiran politisi dari Dapil Jawa Tengah X tersebut.

“Saya bukan bermaksud memuji berlebihan (ngalem) dan saya juga bukan tim suksesnya. Tapi setahu saya, baru Pak Doni Akbar satu-satunya anggota dewan pusat yang berkunjung ke tempat bencana di Desa Wisnu ini,” pungkasnya.***

Share:

Doni Akbar Dorong Pertamina Berperan Pascabencana Pemalang

 

Jakarta ,- Anggota Komisi VI DPR RI Doni Akbar, secara tegas mendorong PT Pertamina agar dapat berperan dan bersumbangsih nyata pascabencana yang terjadi di lereng Gunung Slamet, khususnya di Kabupaten Pemalang, Rabu (11/2/2026).

“Sebagai Anggota DPR, saya sudah disumpah untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat khususnya di Kabupaten dan Kota Pekalongan, Kabupaten Pemalang dan Batang. Kebetulan di dapil (daerah pemilihan) saya juga terkena bencana di kaki Gunung Slamet, bencana longsor, ada ribuan orang terdampak, semua pihak sudah turun tangan,” ujarnya.

Namun demikian, ia belum melihat mitra Komisi VI DPR RI, yaitu PT Pertamina turun membantu dalam bencana alam yang terjadi di Pemalang.

“Tapi saya belum lihat, PT Pertamina membantu, kira-kira bantuan apa yang bisa diberikan oleh PT Pertamina,” sambungnya.

Oleh sebab itu, ia ingin agar PT Pertamina bisa membantu proses rehabilitasi pascabencana.

“Tentu saya apresiasi PT Pertamina memberikan bantuan di Sumatra, kita juga ingin mereka membantu juga disini (Pemalang),” ungkapnya.

Terkait bentuk bantuan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada PT Pertamina.

“Apapun bentuknya, terserah lah yang paling penting turun dan membantu,” ucapnya.

Sebagai informasi, Doni Akbar pun telah turun langsung ke lokasi bencana di Kecamatan Pulosari.

Saat itu, ia akan menyuarakan proses rehabilitasi pascabencana ke pemerintah pusat.

Hingga kini, bantuan sudah silih berganti berdatangan. Mulai dari pemulihan akses jalan yang sempat terputus dan juga persiapan tempat hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. 

Share:

DA Resuce Terus Bantu Pencarian Korban Longsor Desa Bongas Watukumpul

 

PEMALANG,- Tim bentukan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Doni Akbar, terus membantu pencairan korban longsor di Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul hingga hari kelima, Kamis (29/1/2026).

Tim yang dinamai ‘DA Rescue’ itu terus berusaha mencari korban bersama relawan dan tim gabungan lainnya.

Sejak pagi hari tim gabungan terus menyisir area longsoran dan titik-titik yang ditengarai sebagai lokasi tertimbunnya korban.

Koordinator Tim DA Rescue, Hakim, menerangkan, pihaknya terus berupaya membantu pencarian korban hingga menemui titik terang.

“Kami ingin terus berpartisipasi dan membantu proses SAR (pencarian) ini sampai dengan ditemukannya korban,” terangnya.

Ia mengatakan, Tim DA Rescue sejak dari awal dilakukannnya pencarian sudah ikut berpartisipasi.

“Alhamdulillah dari awal kami ikut dalam proses ini. Karena apa, ini adalah kemanusiaan dan kami komit atas hal tersebut,” kata Koordinator Tim DA Rescue.

Namun demikian, operasi pencarian ini menghadapi kendala cuaca, seperti datangnya hujan dengan intensitas yang cukup tinggi.

Sebagai informasi, peristiwa tanah longsor di Desa Bongas, menimbun 2 orang korban. 1 orang sudah ditemukan dan tersisa 1 orang lagi belum ditemukan.

Share:

Cari Blog Ini

Facebook