DPD PARTAI GOLKAR KABUPATEN PEMALANG

Doni Akbar DPR: Reposisi Strategis PT Pos Indonesia di Tengah Disrupsi Bisnis Logistik

 

DA Center - Surabaya, Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Doni Akbar mengatakan PT Pos Indonesia harus cepat dalam melakukan transformasi digital dan integrasi layanan.

Untuk tetap relevan, perusahaan harus secara agresif melakukan penguatan segmen logistik dan marketplace. Optimalisasi utilisasi jaringan dan aset nasional yang masih terfragmentasi harus disatukan dalam satu kanal manajerial yang efisien. "Keberhasilan PT Pos Indonesia di masa depan sangat bergantung pada strategi dan kemampuan tata kelola dalam mengonversi jaringan fisik yang masif menjadi ekosistem logistik digital yang mampu bersaing secara head-to-head dengan bisnis swasta yang makin beragam. PT Pos Indonesia memiliki keunggulan berupa sarana dan prasarana yang nyaris tidak dimiliki oleh usaha swasta lainnya,” ujar anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Doni Akbar di Kompleks senayan Jakarta, Senin ( 22/6/2026).

Oleh karena itu, kata Doni, PT Pos Indonesia tidak boleh hanya mengandalkan sejarah panjang atau keunggulan sarana dan prasana yang melekat. Diperlukan lompatan besar tata kelola agar transformasi digital yang dicanangkan tidak sekadar menjadi jargon dan rencana. Roadmap harus dapat diimplementasikan sehingga benar-benar mampu menurunkan biaya logistik nasional secara riil serta dapat bersaing dengan bisnis logistik dari swasta. “Efektivitas PT Pos Indonesia dapat diukur dari dua indikator utama: seberapa cepat ia mampu mengonsolidasi layanannya untuk masyarakat, dan seberapa tangguh ia berdiri sebagai korporasi mandiri di tengah pasar yang tidak mengenal belas kasihan pada BUMN yang lambat bertransformasi,” katanya.

Karena itu, kata Doni, PT Pos Indonesia mesti menegaskan fokus pada core business logistik sebagai motor utama pertumbuhan perusahaan. Selain penguatan kapasitas operasional, integrasi teknologi digital, modernisasi infrastruktur, serta peningkatan kualitas layanan. PT Pos Indonesia harus mampu meningkatkan kemitraan strategis dengan sektor privat dan sinergi antar BUMN. Sinergi dengan BUMN dan pemerintah dapat menjadi kunci agar tidak tidak tergilas oleh efisiensi modal dan transformasi swasta.

“Dengan jaringan layanan yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia, PT Pos Indonesia menjadi salah satu aset strategis negara dalam memastikan kehadiran layanan publik hingga ke pelosok negeri khususnya dalam bidang penyelenggaraan layanan pos nasional, dan distribusi logistik,” tambahnya.

Dalam fungsi tersebut, Doni mengharapkan agar PT Pos Indonesia dapat menjadi instrumen negara dalam mendukung pemerataan pembangunan dan konektivitas nasional serta memperkuat daya saing sektor logistik nasional. Namun demikian, Doni juga mewanti-wanti agar penugasan dari pemerintah bukan menjadi beban bagi PT Pos Indonesia.(tim DA 321)

Share:

Atasi Krisis Air Bersih di Pegunungan, Doni Akbar Serahkan Mobil Tangki untuk PMR Pemalang

Pemalang,-  Langkah nyata untuk mengatasi krisis air bersih di kawasan dataran tinggi terus digulirkan. Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat yang kerap kesulitan air, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Doni Akbar, menyalurkan bantuan berupa satu unit mobil pengangkut air untuk relawan Pemalang Mountain Rescue (PMR).

Prosesi penyerahan bantuan armada kemanusiaan ini dilangsungkan secara simbolis kepada pengurus dan relawan PMR di Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang. Rabu Rabu (17/6/2026)


Kehadiran fasilitas roda empat ini diproyeksikan mampu mendongkrak mobilitas para relawan dalam menyuplai air bersih, baik di tengah musim kekeringan maupun saat terjadi situasi darurat bencana.

Pada papan penyerahan, tertulis jelas komitmen dukungan: "Bantuan Mobil Pengangkut Air" untuk Pemalang Mountain Rescue (PMR) Desa Gombong, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang atas dukungan Doni Akbar.

Solusi untuk Wilayah Pelosok

Pihak PMR Pemalang menyambut baik bantuan armada ini. Menurut perwakilan relawan, wilayah pegunungan di Pemalang memang menjadi langganan krisis air bersih setiap kali musim kemarau tiba. Akses jalan yang menantang sering kali memperlambat proses bantuan. Oleh karena itu, mobil pengangkut air ini akan sangat vital fungsinya, tidak hanya untuk suplai harian saat kemarau, tetapi juga untuk operasi penyelamatan dan aksi sosial lainnya.

Sebagai legislator dari dapil yang mencakup wilayah Pantura hingga selatan Jawa Tengah, Doni Akbar memang dikenal konsisten dalam mengawal program sosial dan pemberdayaan masyarakat bawah.

Melalui sokongan fasilitas transportasi air ini, distribusi bantuan ke titik-titik pelosok yang membutuhkan diharapkan bisa berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan membawa dampak positif yang langsung dirasakan oleh warga Pemalang.


Share:

Anggota DPR Dorong Modernisasi Perkeretaapian dan Transparansi Data KAI-INKA

 

Anggota Komisi VI DPR RI Doni Akbar mendorong peningkatan kualitas data, modernisasi sarana, serta penguatan sinergi industri perkeretaapian nasional.

Menurut Doni, penyampaian data yang lengkap dan transparan menjadi kebutuhan penting dalam mendukung fungsi pengawasan DPR sekaligus perumusan kebijakan sektor perkeretaapian.

“Dalam rapat selanjutnya perlu kiranya agar penyampaian data yang lebih lengkap dan komprehensif, khususnya terkait pembangunan jaringan rel dan laporan keuangan. Perkembangan panjang dan kapasitas jaringan rel merupakan salah satu indikator utama untuk mengukur kemajuan sektor perkeretaapian nasional. Oleh karena itu, data yang akurat dan transparan menjadi landasan penting dalam proses pengawasan dan perumusan kebijakan,” kata Doni, kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

Hal itu disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Industri Kereta Api (Persero).

Selain menyoroti aspek data dan pelaporan, Doni juga mempertanyakan strategi pengelolaan sarana perkeretaapian yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun. 

Dia meminta penjelasan mengenai efektivitas program peremajaan armada, masa pakai setelah rehabilitasi, hingga pertimbangan antara modernisasi, perbaikan, atau penggantian sarana secara menyeluruh.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memastikan aspek keselamatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga.

Pada kesempatan yang sama, Doni juga menyoroti penerapan inovasi di sektor perkeretaapian, termasuk program Battery Electric Multiple Unit (BEMU).

Menurutnya, setiap inovasi harus disertai parameter yang jelas untuk mengukur manfaat dan efektivitas implementasinya.

“Dalam aspek adopsi program dan inovasi terakit dengan program Battery Electric Multiple Unit (BEMU), diperlukan paramater yang jelas tentang efisiensi implementasi berbagai inovasi. Setiap adopsi teknologi baru harus mampu memberikan manfaat nyata berupa peningkatan efisiensi operasional, penghematan biaya, serta peningkatan kualitas layanan transportasi publik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Doni meminta agar laporan keuangan dan kinerja perusahaan disampaikan secara lebih komprehensif. 

Menurutnya, informasi tersebut diperlukan agar DPR memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi keuangan perusahaan, efektivitas investasi, serta prospek pengembangan usaha ke depan.

“Saya berharap sektor perkeretaapian nasional dapat berkembang lebih modern, aman, efisien, dan mampu menjadi tulang punggung transportasi sekaligus penggerak pertumbuhan industri nasional,” katanya.

Doni juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program strategis yang dijalankan KAI dan INKA. 

Dukungan tersebut mencakup percepatan penanganan perlintasan sebidang melalui penutupan perlintasan liar, pengamanan jalur prioritas, serta penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan.

Share:

Idul Adha 1447 H: Anggota DPR RI Doni Akbar Salurkan 4 Sapi dan 122 Kambing Hewan Kurban di Dapil Jateng X

 

Pemalang, - Anggota Komisi IV DPR RI, Doni Akbar, kembali menunjukkan kepedulian sosialnya pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini. Legislator dari Fraksi Partai Golkar tersebut menyalurkan ratusan ekor hewan kurban untuk masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil) Jawa Tengah X, yang meliputi Kabupaten Pemalang, Kabupaten Pekalongan, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Batang.

Untuk tahun ini, Doni Akbar yang kembali terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 tersebut total menyalurkan sebanyak 126 ekor hewan kurban.

"Alhamdulillah, tahun ini ada 126 ekor hewan kurban yang disembelih dan disalurkan. Jumlah tersebut terdiri dari 4 ekor sapi serta 122 ekor domba/kambing," ujar Nur Azmi Wicaksono, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Pemalang , kepada  media ini pada Selasa (27/5/2026).

Komitmen Tahunan dan Bentuk Rasa Syukur

Azmi menjelaskan bahwa ratusan hewan kurban tersebut disebar di berbagai titik strategis di wilayah Pekalongan Raya, Batang, dan Pemalang. Selain di daerah pemilihan, penyaluran kurban juga dilakukan di lingkungan kediaman pribadi Doni Akbar di Jakarta.

Kegiatan berkurban ini merupakan agenda rutin tahunan yang konsisten dilakukan oleh Doni Akbar setiap merayakan Idul Adha. Selain menjalankan ibadah keagamaan, momentum ini menjadi wujud rasa syukur atas amanah yang kembali diberikan masyarakat, sekaligus menjadi sarana untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama.

 Berlangsung Dua Hari

Proses pemotongan hewan kurban ini sendiri dijadwalkan secara bertahap demi kelancaran distribusi:

- Rabu (Hari H Idul Adha): Pemotongan sebagian besar hewan kurban dilakukan langsung setelah pelaksanaan Salat Idul Adha.

- Kamis, 28 Mei 2026: Pemotongan khusus untuk hewan kurban sapi di wilayah Pemalang dan Batang.

Setelah proses penyembelihan selesai, paket-paket daging kurban tersebut akan langsung didistribusikan oleh tim DA Peduli kepada masyarakat yang membutuhkan dan berhak menerima di wilayah-wilayah tersebut.

Menutup keterangannya, Nur Azmi mewakili keluarga besar dan tim pemenangan menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada seluruh masyarakat.

"Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dari keluarga besar Bapak Doni Akbar serta seluruh tim. Mohon maaf lahir dan batin," pungkas Azmi. (kik)


Share:

Doni Akbar: Pertumbuhan Industri Batang Harus Berdampak bagi Warga Lokal

 

Anggota Komisi VI DPR RI Doni Akbar dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang


Batang  – Anggota Komisi VI DPR RI, Doni Akbar, meminta Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) untuk lebih mengutamakan perekrutan tenaga kerja lokal, terutama masyarakat asli Kabupaten Batang. Ia menilai keberadaan kawasan industri harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menekan angka pengangguran.

Pernyataan tersebut disampaikan Doni usai mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang atau Grand Batang City, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (22/5/26). Agenda kunjungan mengusung tema “Peninjauan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dan Pembahasan Rencana Konsolidasi BUMN Kawasan Industri.”

Doni menyoroti capaian pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang yang mencapai 7,7 persen atau berada di atas rata-rata kabupaten lain di Jawa Tengah. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan perkembangan kawasan industri yang cukup positif dan harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat.

“Pertumbuhan Batang ini 7,7 persen, di atas rata-rata seluruh Kabupaten di Jawa Tengah. Makanya saya minta supaya kawasan industri ini memprioritaskan tenaga kerja, khususnya warga Batang asli,” kata Doni saat wawancara dengan wartawan.

Legislator dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah X itu menegaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja nonkeahlian atau unskilled labor seharusnya lebih dahulu dipenuhi oleh masyarakat lokal. Dengan target penyerapan tenaga kerja yang mencapai ratusan ribu orang, ia menilai KITB dapat membantu pemerintah mengurangi beban penyediaan lapangan pekerjaan.

“Target mereka sampai 280 ribu tenaga kerja. Itu sudah hampir sepertiga warga Batang sendiri. Artinya sudah sangat membantu mengurangi beban negara,” lanjut Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut.

Selain itu, Doni meminta manajemen KITB menyusun pola rekrutmen tenaga kerja secara bertahap dengan mengedepankan masyarakat Batang sebagai prioritas utama. Setelah kebutuhan tenaga kerja lokal terpenuhi, barulah kesempatan dapat diperluas ke daerah sekitar seperti Pekalongan, Pemalang, dan Tegal.

“Saya fokuskan kepada Direktur KITB supaya ke depan tetap memprioritaskan warga Batang. Setelah itu baru kabupaten sekitar seperti Pekalongan, Pemalang, dan Tegal. Kalau memang masih membutuhkan, baru boleh mencari dari luar daerah, kecuali untuk tenaga kerja dengan keahlian khusus,” tegasnya.

Ia juga mendorong adanya kolaborasi antara kawasan industri dengan perguruan tinggi maupun sekolah vokasi guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal. Menurut Doni, pelatihan dan pendidikan vokasi penting agar masyarakat Batang memiliki kesiapan memasuki dunia industri.

“Saya minta juga dibuat kerja sama dengan perguruan tinggi atau sekolah supaya tenaga kerja Batang yang belum siap bisa diberikan pelatihan terlebih dahulu. Dengan begitu, ke depannya mereka siap untuk bekerja di KITB,” pungkasnya.

Share:

Cari Blog Ini

Facebook